Universitas Bunda Thamrin (UBT) Perkuat Kurikulum Kesehatan Masyarakat Berbasis Stakeholder untuk Wujudkan Kampus Berdampak
Medan, 07 Februari 2026
Universitas Bunda Thamrin (UBT) melalui Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Peninjauan dan Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Ruang Rapat Lantai 5 UBT. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Universitas dalam memastikan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tinggi, isu kesehatan masyarakat, serta kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendukung implementasi program Kampus Berdampak.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Bunda Thamrin, Dr. Siti Khadijah, M.Kes., Pimpinan dan Dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, serta sejumlah stakeholder dari berbagai instansi, yakni dr. Iskandar Chandra, M.Kes., FISQua, KMK, CHOP; Dahwan, S.K.M., M.K.M. dari Dinas Kesehatan Provinsi; Fahmi Rasyid, S.T., M.Si dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi; Ahadi Kurniawan, S.Si., M.Sc.PH dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat; serta Maya Fitria, S.K.M., M.Kes selaku perwakilan Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAMI). Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Ir. Evi Naria, M.Kes., pakar di bidang kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas dinamika perubahan kebijakan pendidikan tinggi dan tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks. Peninjauan dan penyelarasan visi, misi, serta kurikulum dinilai penting untuk menjaga relevansi lulusan agar mampu bersaing dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UBT, Dr. Siti Khadijah, M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menjaga mutu akademik dan relevansi lulusan. “Penyelarasan visi, misi, dan kurikulum harus dilakukan secara berkala agar sejalan dengan visi institusi serta kebutuhan pembangunan kesehatan. Melalui pelibatan stakeholder, kami ingin memastikan lulusan Universitas Bunda Thamrin benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Wakil Rektor I, dilanjutkan pemaparan Ketua Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Asnita Yani, S.K.M., M.K.M., terkait evaluasi kurikulum dan profil lulusan. Selanjutnya, Dr. Ir. Evi Naria, M.Kes., menyampaikan materi mengenai strategi pengembangan visi, misi, dan kurikulum yang responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Dalam paparannya, Dr. Ir. Evi Naria, M.Kes., menekankan pentingnya kurikulum yang berbasis kebutuhan lapangan. “Kurikulum kesehatan masyarakat harus mampu mengintegrasikan aspek promotif, preventif, dan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, pendekatan berbasis data dan penguatan kompetensi analitis menjadi kunci agar lulusan mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan dan dinamika kesehatan global,” jelasnya.
Kegiatan dilaksanakan secara luring melalui presentasi, diskusi panel, serta tanya jawab antara pimpinan, narasumber, dosen, dan stakeholder. Para peserta memberikan masukan konstruktif terkait penguatan kompetensi lulusan, termasuk kemampuan manajerial, analisis kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, serta kerja sama lintas sektor. Hasil diskusi kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi penyempurnaan dokumen visi, misi, dan kurikulum Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan visi dan misi program studi dengan visi institusi dan kebutuhan pembangunan kesehatan, mengevaluasi dan memperbarui kurikulum agar relevan dengan kebutuhan stakeholder dan dunia kerja, serta menghimpun masukan dari pakar dan pengguna lulusan guna meningkatkan mutu pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bunda Thamrin semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan kolaboratif. Penyelarasan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menghasilkan lulusan kesehatan masyarakat yang kompeten, profesional, serta siap menjawab tantangan pembangunan kesehatan sebagai wujud nyata Kampus Berdampak.