Universitas Bunda Thamrin • 23 September 2026
Universitas Bunda Thamrin (UBT) menyelenggarakan kegiatan Pendalaman Kurikulum dan Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada 23 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Universitas Bunda Thamrin ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Medan. Keterlibatan peserta dari berbagai institusi perguruan tinggi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik dalam pengembangan kurikulum serta implementasi Outcome Based Education (OBE) di lingkungan pendidikan tinggi.
Kegiatan menghadirkan dr. Sofyan Tan, Anggota DPR RI Komisi X, sebagai Keynote Speaker. Dalam kesempatan tersebut, dr. Sofyan Tan memberikan pengantar mengenai pentingnya penguatan kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang relevan serta berorientasi pada capaian pembelajaran.
Selain Keynote Speaker, kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur. Dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), hadir Robertus Ulu Wardana, S.H., LLM. sebagai narasumber.
Sementara itu, narasumber eksternal adalah Rinrin Meilani Salim, S.Kom., M.Kom., Ph.D Candidate, Wakil Rektor I Universitas Satya Terra Bhinneka. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi eksternal memberikan perspektif dan pengalaman dalam pengembangan kurikulum serta penerapan pembelajaran berbasis capaian.
Dari internal Universitas Bunda Thamrin, kegiatan menghadirkan Dr. Siti Khadijah Nasution, SKM., M.Kes. sebagai narasumber. Keterlibatan berbagai narasumber tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan dari perspektif kebijakan, akademik, maupun praktik implementasi kurikulum di perguruan tinggi.
Pembahasan kegiatan berfokus pada pendalaman kurikulum dan pengembangan RPS berbasis Outcome Based Education (OBE). Pendekatan OBE menekankan keterkaitan antara proses pembelajaran dengan capaian pembelajaran yang diharapkan dimiliki mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan RPS menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran dirancang secara sistematis dan selaras dengan capaian yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang diundang diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai penerapan OBE serta memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum dan perangkat pembelajaran di perguruan tinggi masing-masing.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi di Kota Medan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui kurikulum dan pembelajaran yang berorientasi pada capaian.
Universitas Bunda Thamrin terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kompetensi sivitas akademika.
Universitas Bunda Thamrin (UBT) menyelenggarakan kegiatan Pendalaman Kurikulum dan Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada 23 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Universitas Bunda Thamrin ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Medan. Keterlibatan peserta dari berbagai institusi perguruan tinggi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik dalam pengembangan kurikulum serta implementasi Outcome Based Education (OBE) di lingkungan pendidikan tinggi.
Kegiatan menghadirkan dr. Sofyan Tan, Anggota DPR RI Komisi X, sebagai Keynote Speaker. Dalam kesempatan tersebut, dr. Sofyan Tan memberikan pengantar mengenai pentingnya penguatan kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang relevan serta berorientasi pada capaian pembelajaran.
Selain Keynote Speaker, kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur. Dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), hadir Robertus Ulu Wardana, S.H., LLM. sebagai narasumber.
Sementara itu, narasumber eksternal adalah Rinrin Meilani Salim, S.Kom., M.Kom., Ph.D Candidate, Wakil Rektor I Universitas Satya Terra Bhinneka. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi eksternal memberikan perspektif dan pengalaman dalam pengembangan kurikulum serta penerapan pembelajaran berbasis capaian.
Dari internal Universitas Bunda Thamrin, kegiatan menghadirkan Dr. Siti Khadijah Nasution, SKM., M.Kes. sebagai narasumber. Keterlibatan berbagai narasumber tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan dari perspektif kebijakan, akademik, maupun praktik implementasi kurikulum di perguruan tinggi.
Pembahasan kegiatan berfokus pada pendalaman kurikulum dan pengembangan RPS berbasis Outcome Based Education (OBE). Pendekatan OBE menekankan keterkaitan antara proses pembelajaran dengan capaian pembelajaran yang diharapkan dimiliki mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan RPS menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran dirancang secara sistematis dan selaras dengan capaian yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang diundang diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai penerapan OBE serta memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum dan perangkat pembelajaran di perguruan tinggi masing-masing.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi di Kota Medan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui kurikulum dan pembelajaran yang berorientasi pada capaian.
Universitas Bunda Thamrin terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kompetensi sivitas akademika.
Ditulis oleh Humas Yayasan Gleni