Resmi Berdiri Universitas Bunda Thamrin Tegaskan Komitmen Sebagai Kampus Yang Memberi Dampak Nyata
Medan, 06 Agustus 2025
Dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara memasuki babak baru dengan lahirnya Universitas Bunda Thamrin, hasil penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Columbia Asia dan Akademi Keperawatan (Akper) Columbia Asia. Transformasi ini diresmikan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 614/B/O/2025 yang ditetapkan pada 29 Juli 2025.
Prosesi penyerahan salinan keputusan menteri berlangsung khidmat dan penuh makna di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I. Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D, secara langsung menyerahkan salinan keputusan tersebut kepada Yayasan Gleni Medan selaku badan penyelenggara perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, yayasan diwakili oleh dr. Hely Wijaya, M.Kes dan Hendra Wibowo, S.E.
Dalam sambutannya, Prof. Saiful Anwar menyampaikan bahwa penggabungan kedua institusi kesehatan ini merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Ia menegaskan, perubahan bentuk menjadi Universitas membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan program studi, peningkatan kapasitas riset, hilirisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Dengan lahirnya Universitas Bunda Thamrin, kami berharap akan muncul pusat pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan tenaga kesehatan profesional, berdaya saing global, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Kami berharap Universitas Bunda Thamrin tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga lulusan yang mampu menggerakkan perubahan, menghadirkan solusi berbasis riset, dan memberikan kontribusi langsung pada kualitas hidup masyarakat. khususnya di wilayah Sumatera Utara,” ujar Prof. Saiful Anwar.
Penggabungan ini juga merupakan respons atas tantangan zaman di mana perguruan tinggi dituntut untuk adaptif, inovatif, berdampak, dan memiliki daya saing yang kuat di tingkat Nasional maupun Internasional. Universitas Bunda Thamrin diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki kedua institusi sebelumnya, baik dari sisi fasilitas, dosen, maupun jejaring kerja sama, sehingga tercipta lingkungan akademik yang lebih maju dan kolaboratif.
Perwakilan Yayasan Gleni Medan, dr. Hely Wijaya, M.Kes, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LLDikti Wilayah I atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen Yayasan untuk menjaga standar mutu pendidikan tinggi dan mengembangkan Universitas Bunda Thamrin menjadi perguruan tinggi yang Unggul dan Terpercaya.
“Kami ingin Universitas Bunda Thamrin menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya pandai, tetapi juga peduli dan mampu memberi solusi. Kampus ini akan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan membangun jejaring yang berdampak positif,” ungkap dr. Hely.
Dengan penyerahan salinan keputusan ini, Universitas Bunda Thamrin resmi beroperasi dan siap menerima mahasiswa baru. Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang pendidikan tinggi kesehatan di Medan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia.