Perkuat Kualitas Lulusan, Prodi D3 Kebidanan Universitas Bunda Thamrin Gelar Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE
Medan, 12 Februari 2026
Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Bunda Thamrin (UBT) melaksanakan kegiatan peninjauan kurikulum pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kurikulum pendidikan kebidanan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta dinamika pelayanan kesehatan di lapangan.
Peninjauan kurikulum ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyelaraskan dokumen kurikulum dengan standar Outcome-Based Education (OBE), yaitu pendekatan pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan yang terukur. Berdasarkan evaluasi awal, kurikulum yang ada dinilai masih memerlukan penguatan dalam menjelaskan rasionalitas akademik, filosofis, sosiologis, dan yuridis dalam penetapan visi serta arah pengembangan program studi. Selain itu, perkembangan teknologi kesehatan dan tantangan layanan kebidanan di masyarakat juga menuntut adanya pembaruan kurikulum yang lebih adaptif.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar dan pemangku kepentingan lintas sektor yang memberikan masukan strategis bagi pengembangan kurikulum. Para narasumber yang terlibat antara lain Dwi Izzati,S.Keb.,Bd.,MSc dari AIPKIND–Universitas Airlangga, dr. Yanda Ardanta Sitepu, M.Kes dari Rumah Sakit Umum Haji Medan, Arihta Sembiring, SST, M.Kes dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta Hamid Rijal, SKM, S.H., M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Turut hadir pula praktisi kesehatan Marthalena dari Puskesmas Tuntungan, Bidan Eka Sri Wahyuni sebagai praktisi kebidanan, serta dr. Iskandar Chandra, M.Kes, FISQua, KMK, CHQP dari Rumah Sakit Bunda Thamrin.
Dari internal Universitas Bunda Thamrin, kegiatan ini diikuti oleh Ketua Program Studi D3 Kebidanan Marta Imelda Br Sianturi, SST, M.Kes, Sekretaris Program Studi Asima Lamtiar Hotnauli Pakpahan, S.Tr.Keb., M.Keb, serta sejumlah dosen dan perwakilan lembaga pendukung akademik, di antaranya Bd. Tifani Hadi Tri Wahyuni, S.Keb., M.KM, Nurhayani Harahap, S.Tr.Keb., M.K.M, Nilawati, S.Kep., Ns., M.Kep dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dan Balqis Nurmauli Damanik, S.K.M., M.K.M dari LPPM. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi mahasiswa, yaitu Nadia Isabela Tri Citra Zai dan Nurhayati Rahmadhani Batubara.
Rapat dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan agenda pembahasan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat. Dalam sesi diskusi awal, dr. Yanda Ardanta Sitepu menekankan pentingnya memperkuat kompetensi bidan dalam edukasi kesehatan masyarakat. Menurutnya, bidan tidak hanya berperan dalam pelayanan klinis, tetapi juga memiliki tanggung jawab penting dalam pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.
Selanjutnya, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia memberikan arahan teknis terkait penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education yang selaras dengan deskriptor Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 5. Dari perspektif pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara juga menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga bidan di lapangan menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu melakukan aksi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.
Masukan dari praktisi kesehatan turut memperkaya diskusi. dr. Iskandar Chandra menekankan pentingnya peningkatan keterampilan berkelanjutan serta kesiapan lulusan dalam menghadapi perkembangan teknologi pelayanan kesehatan. Selain itu, para peserta juga menyoroti pentingnya penguatan komunikasi terapeutik serta penguasaan aplikasi kesehatan digital sebagai bagian dari kompetensi bidan di era modern.
Sesi utama berupa bedah dokumen kurikulum dilaksanakan pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB yang dipandu oleh Dwi Izzati,S.Keb.,Bd.,MSc dari AIPKIND. Dalam sesi ini dilakukan peninjauan secara komprehensif terhadap komponen kurikulum, mulai dari rasionalitas visi dan misi program studi hingga perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) agar lebih fokus, terukur, dan aplikatif.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum antara lain penguatan kompetensi bidan berbasis komunitas, integrasi literasi digital kesehatan termasuk penggunaan sistem dokumentasi elektronik (Electronic Health Record/EHR), peningkatan kemampuan komunikasi terapeutik, serta penegasan batasan kewenangan antara bidan lulusan Diploma III dengan bidan profesi. Kejelasan batasan kompetensi ini dinilai penting untuk menjaga profesionalitas layanan serta menghindari tumpang tindih peran dalam praktik kebidanan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, tim pengembang kurikulum juga merumuskan sejumlah rekomendasi strategis sebagai tindak lanjut. Di antaranya adalah penyusunan narasi historis visi dan misi program studi yang lebih tajam, identifikasi keunggulan kompetitif lulusan, serta penyesuaian bahan kajian agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, Universitas Bunda Thamrin juga akan terus mengoptimalkan kerja sama dengan Rumah Sakit Bunda Thamrin sebagai wahana praktik unggulan (champion site) berbasis teknologi kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktik yang lebih komprehensif bagi mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan praktik layanan kesehatan.
Melalui peninjauan kurikulum ini, Universitas Bunda Thamrin menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan bidan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan komunikasi yang humanis, serta mampu berkontribusi aktif dalam peningkatan kesehatan masyarakat.