Peninjauan Visi Misi dan Pengembangan Kurikulum Sarjana Ilmu Keperawatan UBT Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan
Medan, 06 Januari 2026
Universitas Bunda Thamrin (UBT) menggelar kegiatan Peninjauan Visi Misi Program Studi (Prodi) Sarjana Ilmu Keperawatan serta Peninjauan dan Pengembangan Kurikulum pada Selasa, 6-1-2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UBT ini dilaksanakan sebagai respons terhadap perubahan global yang cepat di bidang kesehatan, teknologi, dan kebijakan, yang menuntut pendidikan keperawatan untuk terus beradaptasi.
Kegiatan ini menghadirkan tenaga pakar, pimpinan universitas, unsur penjaminan mutu, serta para pemangku kepentingan (stakeholder) dari dunia praktik. Hadir sebagai tenaga pakar, Prof. Dr. Evi Karota Bukit, S.Kp., MNS. Turut hadir Rektor Universitas Bunda Thamrin, Dr. Drs. Surya Utama, M.S.; Wakil Rektor I, Dr. Siti Khadijah Nasution, S.K.M., M.K.M.; Staf Ahli Rektor, Dr. dr. Dedi Ardinata, M.Kes., AIFM; perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM); Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi; Tenaga Kependidikan; Mahasiswa serta seluruh Dosen Sarjana Ilmu Keperawatan.
Dari unsur stakeholder atau mitra, hadir Lili Fitrianti Hasibuan, S.Kep., Ns., M.K.M. dari RSU Haji Medan; Relina Darmawaty, S.Kep., Ners; dan Erita Sihombing, S.Kp dari RSU Bunda Thamrin. Keterlibatan para mitra ini menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang disusun selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bunda Thamrin, Dr. Drs. Surya Utama, M.S., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menjaga mutu dan daya saing lulusan. “Perubahan di sektor kesehatan berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, visi, misi, dan kurikulum tidak boleh statis. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan Sarjana Ilmu Keperawatan UBT memiliki kompetensi unggul, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Rektor juga menambahkan bahwa proses peninjauan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang berdampak. “Visi yang baik bukan hanya tentang ingin menjadi apa, tetapi tentang kontribusi nyata apa yang dapat kita berikan bagi masyarakat. Kurikulum yang kita susun hari ini harus menjadi fondasi lahirnya perawat-perawat profesional yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Secara garis besar, kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kembali serta menyelaraskan visi dan misi Prodi Sarjana Ilmu Keperawatan agar sejalan dengan kebutuhan nasional maupun internasional. Selain itu, pengembangan kurikulum dilakukan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan masa kini dan masa depan.
Proses peninjauan dan pengembangan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Setiap sesi dilaksanakan sesuai alur yang logis, melalui diskusi aktif dan pemberian masukan konstruktif. Keputusan yang diambil berbasis data, mengacu pada fakta lapangan serta analisis kebutuhan layanan kesehatan. Pendekatan ini memastikan bahwa kurikulum yang dihasilkan tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Kegiatan ini mengedepankan prinsip adaptif, yakni fleksibel dalam menghadapi dinamika perubahan global, serta berorientasi pada hasil dengan fokus pada pencapaian kompetensi lulusan. Partisipasi aktif seluruh peserta menghasilkan ide-ide segar, terutama dari perspektif dunia praktik, sehingga kurikulum yang dikembangkan benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Prodi Sarjana Ilmu Keperawatan UBT menegaskan komitmennya untuk menghasilkan Sarjana Keperawatan yang kompeten, adaptif, dan berkarakter. Lulusan diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan bermutu serta berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Sebagaimana disampaikan dalam forum tersebut, “Hasil akhir dari kerja kita hari ini bukanlah secarik kertas kurikulum, tetapi percaya diri seorang perawat muda saat pertama kali menyelamatkan nyawa.” Dengan semangat tersebut, UBT optimistis dapat terus berperan aktif dalam menjawab tantangan kesehatan di segala era.