Jejak Pengabdian di Tanjung Anom: Mahasiswa Sarjana Kesehatan Masyarakat UBT Akhiri PBL I 2025 dengan Apresiasi Berlimpah
Tanjung Anom, 03 Oktober 2025
Setelah menjalani serangkaian kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat, mahasiswa Semester VII Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Universitas Bunda Thamrin (UBT) menutup Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Tahun 2025 di Desa Tanjung Anom. Acara penutupan yang digelar penuh kehangatan ini berlangsung di Kantor Kepala Desa Tanjung Anom pada Jumat, 03 Oktober 2025, dan dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tenaga kesehatan, serta perwakilan universitas.
Kegiatan PBL I menjadi medan bagi para calon sarjana untuk mengasah kemampuan dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional. Selama berminggu-minggu, mereka didampingi oleh Kepala Desa Tanjung Anom, Kepala Dusun 1 Tanjung Anom, serta Kepala Puskesmas Pembantu, berinteraksi langsung dengan warga, menganalisis situasi, menyusun intervensi, dan mengevaluasi program kesehatan berbasis komunitas. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga sebelum mereka terjun sepenuhnya ke dunia kerja.
Dalam sambutannya, Ibu Balqis Nurmauli Damanik, SKM., MKM, mewakili Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi. "Kegiatan PBL ini adalah bagian penting dari kurikulum kami untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu memahami realitas sosial dan kesehatan masyarakat secara langsung," tuturnya.
Beliau juga menambahkan, "Melalui PBL, mahasiswa belajar berinteraksi dengan masyarakat, mengidentifikasi masalah kesehatan, serta mencari solusi bersama sesuai kapasitas mereka sebagai calon tenaga kesehatan." Ucapan terima kasih pun tak lupa disampaikannya kepada seluruh elemen masyarakat Desa Tanjung Anom atas dukungan dan keterbukaan yang luar biasa. "Kehangatan dan keterbukaan yang diberikan selama kegiatan berlangsung sungguh menjadi pengalaman berharga yang akan selalu mereka kenang," imbuh Ibu Balqis, seraya berpesan agar pengalaman ini menjadi inspirasi bagi para mahasiswa.
Sinergi Akademis dan Pengabdian dalam Pandangan Pimpinan
Rektor Universitas Bunda Thamrin, Dr. Drs. Surya Utama, Ms., memberikan pandangannya terkait kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa PBL adalah wujud nyata komitmen universitas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. "PBL ini adalah jembatan antara teori di kampus dan praktik di lapangan. Kami ingin mahasiswa kami menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Pengalaman di Desa Tanjung Anom ini adalah bukti bahwa sinergi antara universitas dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif," tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Gleni, dr. Hely Widjaya, M.Kes, menyoroti pentingnya kepedulian sosial yang terbentuk selama proses PBL. "Yayasan Gleni selalu berkomitmen untuk mendukung program-program yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti PBL ini, mahasiswa diajarkan untuk berempati dan memahami bahwa tantangan kesehatan di lapangan jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan. Ini adalah investasi terbaik bagi masa depan mereka dan masa depan bangsa," ujar dr. Hely.
Acara penutupan diakhiri dengan penyerahan cinderamata sebagai ungkapan terima kasih dari pihak universitas kepada Desa Tanjung Anom, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Momen ini menandai berakhirnya sebuah fase pembelajaran yang sarat makna, sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru bagi para mahasiswa dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuan mereka.